Writing Challenge 1# WRITE A SHORT AUTOBIOGRAPHY

Pada saat bulan Ramadhan tepatnya 7 Ramadhan 1403 H mama melahirkan saya di sebuah rumah sakit kecil di daerah Perak, kota Pahlawan Surabaya. Roro Wilis adalah nama pemberian papa. Awalnya saya bertanya2 kenapa mesti nama Jawa yang gag umum didengar, bahkan sempat jengkel pengen ganti nama. Tapi ternyata dibalik nama itu ada histori yang dikemudian hari saya menyukai-nya. Roro Wilis diambil dari nama tokoh jagoan perempuan dari sebuah Kisah Legendaris Nogo Sosro Sabuk Inten, yang konon pada tahun 80-an pernah muncul di Radio. Rasa penasaran saya terobati seketika di era digital ini bisa cari apa aja di internet, saya langsung hunting dan nemu e-booknya,yang berbulan-bulan baru selesai saya baca. Dan langsung jatuh cinta dengan nama pemberian papa. Mungkin papa saya berharap kelak saya bisa jadi pahlawan pembela di keluarga saya. Terlahir sebagai anak Sulung dari 3 bersaudara membuat saya harus jadi kakak yang tangguh untuk ke 2 adik lelaki saya. Contoh soal dan panutan buat mereka, sikap tegas dan disiplin saya sampai terkadang mereka merasa ke-sangar-an pribadi mbak-nya ini cocok jadi mas bukan mbak.

Mama saya lahir dan besar di Surabaya, asli arek Suroboyo, meski orang tuanya asli Jawa Tengah. Bapaknya Solo dan Ibunya Kebumen. Sikap sabar dan telaten mama cocok jadi karakter putri Solo. Mama saya ga suka makan dan aktif berkegiatan baik dirumah maupun diluar rumah sebagai aktifis sosial. Bikin badannya awet langsing, bikin iri saya anak perempuannya yang pengen sampai tua punya badan awet langsing. Sayangnya sejak melahirkan anak ke2 saya masih saya kelebihan BB. Semoga kelak saya bisa se-langsing mama.🙂

Papa saya lahir di Banjarnegawa, Jawa Tengah, papa bertemu mama di kampus. Sekolah perhotelan di Surabaya, kemudian menikah setelah sama2 pernah bekerja di sebuah hotel di Surabaya. Mama masih awet disana sampai saya lulus SMA. Sedangkan papa saya, sudah pindah kerja kesana kesini. Papa saya seorang Jurnalis tulen. Itu terbukti dengan ga bertahan lamanya beliau kerja di perhotelan. Beliau pernah bekerja di BPM TV, kemudian jadi Jurnalis di sebuah koran Surabaya yang sekarang udah pecah jadi 2 kepemilikan, karena idealisnya beliau pun ga mau bergabung dengan keduanya, memilih mengajar Jurnalis dan jadi pembicara disana-sini. Papa juga sering menulis buku dan puisi. Yah mungkin kemampuan saya menulis juga di dapat dari beliau. Beliau juga membuat bisnis rumahan production house dan mengkaryakan mahasiswa serta teman2 saya. Hingga sekarang beliau akhirnya bersama rekan2nya merintis sebuah TV Swasta di Surabaya. Saya ikut merasakan susah senangnya, tapi saya bangga beliau memberikan banyak ilmu untuk anak2nya. Dan kalimat yang akan saya ingat seumur hidup saya “Papa ga bisa ngasih kalian harta melimpah, tapi ilmu yang bermanfaat akan membuat kalian bisa mendapatkan harta berlimpah, jadi jangan berhenti belajar dimanapun dan dari siapapun juga”

Saya bertemu dengan pujaan hati saya waktu masih aktif di kegiatan Remaja Masjid di perumahan tempat tinggal saya. Endra Darmawan, pria yang lebih muda usianya 1 tahun dari saya, yang menjadi pendamping hidup saya. Saya mengenal dia kurang lebih 7 tahun, kemudian proses antara melamar sampai akad nikah begitu cepat prosesnya. Awal tahun 2008 kami menikah. Ditahun yang sama juga putra pertama kami lahir Habibi Zaidan begitu nama lengkapnya dipanggil Zidan lantaran suami saya ngefans sama Zinedine Zidane. Dan Habibi juga terinspirasi dari Prof. B, J Habibi, berharap kelak Zidan bakal secanggih, setangguh dan tetep low profile seperti pak Habibi. Kemudian 4 tahun kemudian persis Zidan ulang tahun ke 4 putri kami lahir. Melodiana El Madinah begitu kami menamainya. Inspirasi nama itu lebih sederhana dibanding putra pertama kami. Berharap kelak jadi hafidzah yg melantunkan Quran dengan indah. Menyejukkan mata hati kami orang tuanya.

Bahagia itu sederhana, sesederhana mensyukuri tiap nikmat yang dikaruniai olehNya dalam hidup saya. Keluarga saya adalah salah satu kebahagiaan saya. Kebahagiaan mereka adalah kebahagiaan saya. Semoga Kau selalu menyatukan hati2 kami dengan cintaMu.

IMG-20120819-00472

About Roro Wilis

Me, just simple women with alot of passion. Wants to be a beloved wife for Endra and great mom for handsome boy Zidan and cute girl Audi View all posts by Roro Wilis

One response to “Writing Challenge 1# WRITE A SHORT AUTOBIOGRAPHY

makasih ya uda nyempatin nulis disini.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

nanangrusmana's journal

Sharing about Interior Design, Art, Poem, Live Sketching ,Wisdom of live and My Life

Merangkai Kata, Mengungkap Makna

Syukuri, Cintai, Tekuni. Alhamdulillah :)

Cerita4Musim♡

{ Every once in a while, in an ordinary life, love gives us a fairytale.....}

Seni Hidup

=Ketidaksempurnaan Itu Cantik=

Andik Taufiq

knick knacks of my daily life

Berbagi Kisahku

Candu Raun

syauqiya

Rindu ini, Rindu itu dan Rindu dia... Madinah

and The Story goes on..

Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?)

bcrita.com

Bercerita Mengenai Informasi dan Inspirasi Terkini

Inge Febria

Rumah Singgahku

DancingInSilence

(Extra) ordinary woman | Love writing | Reading | Cooking | Travelling | In between scientist & moronesse | The sister of enthusiasm! Its me :)

When Samosir Meets Krones

There's Laugh... There's Joy... There's Love... There's Life...

Perpustakaan Kecil theTambas

Children Are Made Readers on The Laps Of Their Parents - Emilie Buchwald

save palestine

zulkinofr.wordpress.com .............“Sungguh akan kalian dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman adalah orang-orang Yahudi dan orang- orang yang mempersekutukan Allah (musyrik).” (QS. al-Maa-idah: 82)

%d bloggers like this: