Hari pahlawan di Kota Pahlawan

Alhamdulillah wa syukurilah…

bisa nulis lagi di blog ini, horee.. selamat tinggal kemalasan selamat datang semangat nulis *opo toh iki* hehee aku tercengang sekaligus lega, pasalnya aku bisa nulis lagi di blogku, yang sekian lama kutinggalkan dan kulupakan, hohooo.. dramatis amat yak. Ya gini ini kalo blog cuma jadi ajang curhat dan pengisi waktu senggang, nulisnya angot2an, kadang rajin, kadang juga…. berbulan-bulan g nulis apa2, even di kepalaku uda buanyaaak bangeeeed yang pengen diungkapkan lewat tulisan..

Nah, pertama kali nulis lagi setelah 10 bulan berlalu, well begitu nulis langsung maunya nulis semua mua yang ada dikepalaku, tapi sadar diri sik kalo waktu jualah yang ga memungkinkan hasrat nulis ini tersalurkan 100 persen. Kenapa tiba-tiba nulis lagi setelah berbulan-bulan vakum? yang pertama jadi pemicu adalah karena bulan lalu aku beli bukunya Dewi Lestari, yang uda jaman taon berapa terbit dan baru bulan kemaren aku beli sekaligus baca sampai abis..

Perahu kertas,.

yak novel percintaan anak muda yang anti mainstream. But i like it. Abis baca itu novel, berasa kayak flashback, inget banget sama cita-citaku waktu masih kecil dulu, aku pengen banget jadi penulis.. *hahaa* entah kenapa aku merasa dengan nulis dan baca tulisan orang aku bisa merasa seneng dan ya itu tadi aku bisa jadi pemimpi.. klasik yak, anak2 yang suka bermimpi. Tapi seiring dengan waktu berlalu, cita-cita jadi penulis aku kubur dalam2, entah karena sudah banyak barier atau juga semakin kesini semakin baca tulisan2 orang, semakin sadar diri kalo kemampuan nulisku ibarat butiran debu yang tercecer, hihihiii..

Malu banget kalo punya cita2 jadi penulis tapi semangat untuk belajar tentang penulisan dan waktu nulisnya kaga ada. Dan semua karya2 tulis yang pernah kubuat dengan sepenuh hati dan jiwa *tsaaah* iya jaman dulu nulisnya masih pake tulisan tangan, mana tulisan tanganku ga sebagus yang kubayangkan. Bahkan dibandingin sama tulisan suamiku, masih bagusan dia. Rasanya untuk ngebayangin suatu hari nanti bakalan bisa nulis dan tulisanku dimuat di media aja aku ga berani.

Tapi mimpi yang terkubur itu bangkit lagi sekarang,. well mmg enak ngepas-ngepasin moment, seperti juga 10 November puluhan tahun silam di Surabaya. Semangat membara yang mewujudkan mimpi2 pejuang di Surabaya, berhasil meluluh lantakkan pertahanan musuh. Membuat bendera merah putih berkibar di atas hotel yamato a.k.a majapahit sekarang. Semangat dan jiwa kepahlawanan mereka patut di kenang dan juga di teruskan sama arek2 Suroboyo. Naah itu dia salah satu pecut yang bikin aku mau nulis lagi lagi dan lagi.. hehe..

semoga aja semangatku kali ini, ga cuma hangat2 diawal terus adem dan jadi bantat, nah lo balik lagi ke makanan..

Sekarang memang bukan jadi hal yang susah kalo pengen nulis dan tulisan kita di baca orang, tinggal posting aja di FB ato bikin blog n web. Jadi deh, tapi justru disitu tantangannya makin berat. Kenapa? karena apa yang kadang kita tulis gada filternya, semua mua bisa kita tulis dan dengan mudah dibaca orang, tapi efeknya juga kadang-kadang panjang. Kadang ga semua orang setuju sama apa yg kita tulis. Bahkan kadang ada juga yang tadinya temen baik kita, gara2 baca tulisan kita terus berbalik deh jadi ga suka sama kita. Bahkan saat emosi juga bisa bikin tulisan yang tadinya ga boleh di baca orang alias harusnya untuk dikonsumsi sendiri bisa jadi karena emosi terus kita posting deh itu unek2 hati.. terus nyesel kan akhirnya, karena apa yang harusnya di hati aja jadi ke publish..

Well dijaman modern dan serba instan ini, paling bijak ya kita filter sendiri apa2 yang mau kita publish dan apa2 yang mau kita baca. Kalo sekiranya kita nemu bacaan yang kurang sreg dihati, lebih baik buru2 kita leave aja, jangan sampai terus kita komen dan menimbulkan konflik sm yg bersangkutan.

Segini dulu aja prolog bahwa aku dah balik nulis lagi, hehe.. semoga kedepan Alloh selalu memudahkan waktu dan kesempatan buatku untuk nulis, sekedar berbagi kebaikan dan sharing tentangku dan anak2ku..

miss u all my reader *Ge eR kayak ada yang baca aja* wkwkkwkk

PeDe is emas (Pede is a must= Percaya diri, harus!!)  :D

 

About Roro Wilis

Me, just simple women with alot of passion. Wants to be a beloved wife for Endra and great mom for handsome boy Zidan and cute girl Audi View all posts by Roro Wilis

14 responses to “Hari pahlawan di Kota Pahlawan

makasih ya uda nyempatin nulis disini.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

nanangrusmana's journal

Sharing about Interior Design, Art, Poem, Live Sketching ,Wisdom of live and My Life

Merangkai Kata, Mengungkap Makna

Syukuri, Cintai, Tekuni. Alhamdulillah :)

Cerita4Musim♡

{ Every once in a while, in an ordinary life, love gives us a fairytale.....}

Seni Hidup

=Ketidaksempurnaan Itu Cantik=

Andik Taufiq

knick knacks of my daily life

Berbagi Kisahku

Candu Raun

syauqiya

Rindu ini, Rindu itu dan Rindu dia... Madinah

and The Story goes on..

Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?)

bcrita.com

Bercerita Mengenai Informasi dan Inspirasi Terkini

Inge Febria

Rumah Singgahku

DancingInSilence

(Extra) ordinary woman | Love writing | Reading | Cooking | Travelling | In between scientist & moronesse | The sister of enthusiasm! Its me :)

When Samosir Meets Krones

There's Laugh... There's Joy... There's Love... There's Life...

Perpustakaan Kecil theTambas

Children Are Made Readers on The Laps Of Their Parents - Emilie Buchwald

save palestine

zulkinofr.wordpress.com .............“Sungguh akan kalian dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman adalah orang-orang Yahudi dan orang- orang yang mempersekutukan Allah (musyrik).” (QS. al-Maa-idah: 82)

%d bloggers like this: